"Barangkali yang paling sulit bukan memaafkan, tetapi menerima bahwa kita tidak pernah tahu seluruh kebenaran". Di antara dua nisan, tersimpan luka yang tak pernah benar-benar selesai. Saat kenangan tentang ayah yang dibenci mulai kembali dihidupkan, kebenaran lama perlahan runtuh. Kini, hanya ada dua pilihan: terus mewarisi luka, atau berani memahaminya.